Jumat, 31 Mei 2013

Terima Kasih Atas Hadiahnya

 
Terima kasih atas hadiahnya..itulah seuntai kata yang mampu ku ucapkan dalam lubuk hatiku. Ya hanya itu saja yang dapat aku balas dan berikan atas pemberian hadiah terindahmu padaku. Sungguh hadiah yang begitu indah, menggugah jiwa, menyejukkan hati, meliris senyum bibir ku yang terus melebar menatap kehidupan ini. Tak dapat di pungkiri memang, entah apa gerangan tiba-tiba saja engkau memberi, ya memberi hadiah yang sangat berarti. Tak dapat ditandingi kehadirannya, hanya saja aku akan tetap menjaganya, ya menjaga hadiah terindah  itu sekuat dan semampu-ku.
Sekali lagi aku ucapkan, terima kasih atas hadiahnya, ya itulah hadiah kesendirian yang telah terabaikan keluar dari mulut kesengajaanmu, hadiah kesendirian yang telah terexpose dalam kesadaranmu. Indah memang! Sungguh akan kujaga, kurawat serta ku pertahankan hingga hadiah itu tidak akan hancur ditindas orang dan pastinya hilang dihempas waktu keabadian.
Perlu engkau ketahui! Sungguh hadiah itu masih ku jaga dengan baik, memang banyak yang ingin mengambilnya, bukan itu saja mereka juga ingin merubah hadiah itu, ya merubah hadiah kesendirian itu menjadi hadiah yang bertabur kenangan baru, tapi aku tak kuasa melakukannya.
Salah memang jika engkau berfikir hadiahmu telah berubah, aku masih bertahan dengan hadiahmu. Ya bertahan dengan hadiah kesendirian, aku nyaman, tenang, dan bahagia pastinya atas hadiah kesendirian ini. Aku lebih terjaga, tak ada yang mengusik ketenanganku, menjadikan ku lebih dewasa dalam menerima keadaan suka maupun duka. Bahkan bintang-bintang dan bulanpun ikut menghiasi malam keheningan dan kesepianku, bukan itu saja burung-burung pun ikut berkicau memberi semangat motivasi atas keindahan akan munculnya pagi hari yang akan membahagiakan. Karena dibalik hadiahmu itu sungguh Aku merasa bahagia dengannya. Sekali lagi itulah hadiah terindah dalam hembusan nafas yang telah bebas tenang keluar tanpa keluhan dalam kehidupan.
Maka jika sudah tiba saatnya, ya tiba pada saat waktu yang tepat, di saat semua sudah mulai siap, dikala hati sudah mulai semangat maka akan ku raih masa yang nikmat, ya itulah masa saat semua akan menjadi buncahan rasa bahagiaku yang akan menambah rasa bahagia atas hadiah mu. ku ingin hadiahmu ada yang melengkapi, tapi bukan bermaksud menodai palagi membuat hilang tak berarti. Bukan, bukan itu. Aku hanya ingin melengkapinya. Agar hadiah kesendirian itu mulai bertabur kenangan baru. Sehingga akan mampu menjadi kenangan yang abadi.
Mudah-mudahan, hadiah kesendirian ini mampu terus kujaga sampai tiba saatnya kan ku lengkapi ia. Aku akan terus berusaha mempertahankannya, pastinya dengan penuh kesadaran bukan dengan  kepura-puraaan. Moga saja! Aamiin…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar